PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN TEROWONGAN DI JALAN RAYA PASAR MINGGU TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN USAHA DAGANG DI SEKITARNYA

Latar Belakang Masalah

Di tengah keadaan ekonomi yang belum stabil di Indonesia, perkembangan dunia usaha dan perdagangan, khususnya dalam usaha menengah ke bawah justru mengalami kemajuan yang pesat.Banyak usaha didirikan oleh para wiraswastawan yang berlokasi di pinggir jalan raya. Nampaknya lokasi tersebut dianggap paling strategis, karena dapat dengan mudah dikunjungi konsumen, sehingga penerimaan yang besar dapat dengan mudah diperoleh.

Faktor kunci dalam menyeleksi  lokasi yang  baik menurut Longeneckerm yaitu kemudahan dalam mencapai konsumen, kondisi lingkungan bisnis, tersedianya sumber daya, kecenderungan alam, dan tersedianya biaya dan tempat.  Lokasi adalah keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan.Perencanaan lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. (Herjanto 1999 : 24).  Penentuan lokasi bertujuan untuk dapat membantu perusahaan beroperasi atau berproduksi dengan lancar, efektif dan efisien.  (Assauri  2004 : 40).

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

Apakah dalam penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan setelah maupun sesudah pembangunan terowongan terhadap tingkat produktifitas dan pendapatan usaha dagang disekitarnya ?

Tujuan Penelitian

  • Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara aspek perubahan infrakstuktur dengan tingkat produktifitas mayarakat yang ada di sekitarnya

Model Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan bersih pedagang kaki lima sebelum dan ketika pembangunan terowongan. Pendapatan bersih dihitung berdasarkan penerimaan dan pengeluaran setiap usaha yang disurvei. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dari lima (5) pedagang kaki lima. Data selanjutnya diolah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskridtif verifikatif. Hipotesis penelitian yang diuji adalah:

Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata pendapatan sebelum dan ketika pembangunan Jalan terowongan.

Ha: Ada perbedaan yang signifikan rata-rata pendapatan sebelum dan ketika pembangunan Jalan terowongan.

Selain itu juga dikumpulkan data profil usaha yang didirikan di sekitar lokasi.


HASIL

Pada Tabel diungkapkan bahwa 40% masyarakat yang beraktifitas di pasar dan 50% masyarakat yang berada di sekitar terminal merasa terganggu dengan adanya pembangunan terowongan. Sedangkan masyarakat yang beraktifitas di sekitar stasiun dan di sekitar pembangunan terowongan tidak merasa terganggu dengan adanya pembangunan. Jumlah masyarakat yang tidak merasa terganggu dengan adanya pembangunan terowongan lebih banyak daripada yang merasa terganggu, hal ini disebabkan karena sebagian besar tempat di mana mereka beraktifitas letaknya jauh dari pembangunan terowongan.

. Persepsi Masyarakat Terhadap Pengaruh Pembangunan Jalan Terowongan Terhadap Masyarakat Sekitar Lokasi Berpengaruh Tidak berpengaruh
Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%)
Pasar 4 40% 6 60%
Terminal 5 50% 5 50%
Stasiun 0% 10 100%
Pembangunan 0% 10 100%

Rata – Rata Pendapatan Bersih/Bulan Usaha Dagang di Sekitar Lokasi

Nama Usaha Rata – Rata Pendapatan Bersih/Bulan
Sebelum Ketika
(Mei 2002 s/d April 2004) ( Mei 2004 s/d April 2006)
Kelana Sentosa Murni Rp. 2,346,875 Rp. 2,218,750
Warteg Bahari Rp. 2,885,600 Rp. 2,962,900
Salon Oscar Rp. 2,143,750 Rp. 2,013,500
Warung Tenda Uni Ani Rp. 3,274,200 Rp. 3,236,250
Toko Buah Rp. 786,500 Rp. 822,250

KESIMPULAN

Penelitian ini telah memperlihatkan bahwa dalam pembangunan terowongan tidak terjadi pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata pendapatan masyarakat disekitarnya.

SARAN

Secara keseluruhan jurnal sudah sudah memenuhi standar penulisan namun diharapkan dalam mengambil data tidak hanya dengan data primer tetapi juga dibarengi dengan data sekunder yang ada.