EFEKTIVITAS TERAPI RASIONAL EMOTIF (TRE) DALAM MENGURANGI PIKIRAN TIDAK RASIONAL DAN STRES PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

Latar Belakang Masalah

Tidak jarang dalam kehidupan rumah tangga, perempuan mendapatkan kekerasan dari pria yang adalah suaminya sendiri. Sebagai gambaran, dari 279 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh Mitra Perempuan di Jakarta dan sekitarnya pada tahun 2008, tercatat 82,02% adalah kekerasan dalam rumah tangga, dan 76,98% adalah kekerasan yang dilakukan oleh suami, serta 6,12% yang dilakukan oleh mantan suami (Mitra Perempuan). Padahal dalam UU no. 23 Th 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, disebutkan bahwa KDRT merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan.

Rumusan Masalah

Apakah dalam penelitian ini dapat diketahui seberapa besar keefektifitasan dari terapi rasional emotif dalam mengurangi KDRT?

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), stres, dan pikiran tidak rasional yang dialami oleh seorang perempuan yang mengalami KDRT, serta melihat efektifitas Terapi Rasional Emotif (TRE) dalam menurunkan pikiran tidak rasional (irational beliefs) dan stres.

Model Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi, yang digunakan untuk mengungkap secara mendalam kekerasan dalam rumah tangga, stres, dan pikiran tidak rasional yang dialami subjek sebelum, selama, dan setelah terapi rasional emotif. Karakteristik subjek penelitian adalah perempuan yang mengalami kekerasan rumah tangga dari suami yang tidak menyalahgunakan alkohol, mengalami stress, mempunyai pikiran tidak rasional, dan bersedia untuk mengikuti terapi rasional emotif. Jumlah subjek adalah satu orang.

Hasil

Gambaran Kekerasan Rumah Tangga (KDRT)

Subjek mengalami kekerasan rumah tangga pertama kali dari suaminya pada saat mengandung anak pertama pada usia kandungan delapan bulan. Namun, tampak ada perubahan setelah terapi mulai dilakukan. Selama terapi subjek telah dua kali diberikan uang penghasilan tambahan oleh suaminya, hal yang sudah lama tidak ia dapatkan

Gambaran Stres

Sebelum terapi, subjek biasanya baru bisa tidur di atas pukul sebelas terkadang sampai pukul 1 pagi, terlebih setelah peristiwa KDRT. Setiap hari subjek merasakan sakit kepala Setelah terapi, terlihat gejala-gejala fisik tersebut berkurang. Pikiran subjek lebih tenang sehingga tidurnya pun lebih nyenyak. Sakit kepala menjadi bekurang.

Gambaran Pikiran Tidak Rasional

Sebelum mengikuti terapi, hampir setiap kali suami menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan subjek, timbul pikiran tidak rasional pada subjek Sejak mengikuti TRE, tampak bahwa subjek mulai mengerti tentang pengaruh pikiran-pikiran tidak rasional terhadap emosi dan perilakunya. Perilakunya pun mulai berubah

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan terhadap prilaku yang sebelumnya banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga kini sudah berubah menjadi lebih baik karena terapi rational emotif.

Saran

Secara keseluruhan jurnal sudah sudah memenuhi standar penulisan namun diharapkan dalam mengambil data tidak hanya dengan pendekatan kualitatif  tetapi juga dibarengi dengan data yang diambil dengan pendekata kuantitatif.