TEMA : EKONOMI PEMBANGUNAN

Analisa Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Terhadap Pembangunan Ekonomi di Indonesia.

heri budi s (2010)

BAB I

PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang

Millenium development goals (MDGs) merupakan deklarasi millennium summit yang menyatakan komitmen dalam suatu kebersamaan dengan komunitas internasional unatuk mencapai tujuan tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengurangan kemiskinan pada tahun 2015.Indonesia sebagai Negara yang berkeinginan untuk mewujudkan target MDGs ,harus melihat dan menganalisa tantangan , kondisi dan alternative uantuk mencapai MDGs di Indonesia .Tingginya jumlah kemiskinan di Indonesia ,menjadikan suatu tantangan yang berat.Penduduk miskin tidak terbatas pada kekurangan uang saja tapi juga keterbatasan financial dalam mengakses sarana dan prasarana social ekonomi.Kondisi pekerjaan pertanian yang merupakan mata pencarian utama mayoritas penduduk Indonesia, dari kondisi tersebut dapat  diprediksi pembangunan global ,tantangan pencapaian MDGs serta prioritas pembangunan ekonomi Indonesia.

Keberadaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tidak terlepas dari perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Peranan UMKM terutama sejak krisis moneter tahun 1998 dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional, baik dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja. Upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini lebih menitikberatkan bentuk-bentuk transfer atau subsidi, padahal dalam rantai kemiskinan tidak selalu harus diatasi dengan cara tersebut. Aspek yang lebih penting adalah memutus mata rantai kemiskinan yang dapat dilakukan antara lain dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat miskin menjadi produktif, yang dalam pepatah disebut “jangan berikan umpannya tapi berikanlah kailnya”, sehingga sangat relevan jika mengupayakan LKM sebagai salah satu pilar sistem keuangan nasional. Pembangunan ekonomi pedesaan sebagai bagian integral dari Pembangunan Ekonomi Nasional, keberhasilannya banyak di sokong oleh kegiatan usaha tani. Hal itu merujuk fakta, sebagian besar masyarakat di pedesaan menggantungkan hidupnya dari kegiatan usahatani. Oleh karena itu tidak mengherankan, kegiatan usahatani sering dijadikan indikator pembangunan ekonomi pedesaan.

I.II Rumusan Masalah

1.apakah dengan menganalisis factor-faktor yang ada seperti pertumbuhan dana proyeksi penduduk Indonesia target MDGs dapat terwujud?

2. Sejauhmanakah keberadaan LKM di lingkungan masyarakat pedesaan mampu menjalankan perannya dalam menciptakan pembangunan ekonomi di pedesaan?

I.III Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi target pembangunan global dan juga tantangan pencapaian MDGs serta prioritas pembangunan ekonomi di Indonesia.

Penelitian membahas fenomena LKM dan perspektifnya dalam pembangunan ekonomi pedesaan dengan fokus pada adopsi inovasi pertanian, serta mengungkap faktor-faktor kritis keberhasilan LKM dan menyusun strategi pengembangan LKM ke depan untuk mendukung kegiatan usahatani.dan juga menjadi bahan masukan dalam penyusunan kebijakan terkait pembangunan ekonomi.

Menganalisis potensi dan permasalahan LKM yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan di masa depan, yang memungkinkan menjadi salah satu pilar sistem keuangan nasional.

I.IV Kerangka Pemikiran

Berdasarkan landasan yang ada seperti landasan teoritis yang dapat menjadi acuan untuk kerangka konseptual dalam penelitian ini maupun terhadap variable yang akan di teliti.Untuk itu dibuat kerangkan dari permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut :

Dijelaskan dalam kerangka pemikiran diatas dalam penginputan data diambil dari variable seperti mengambil contoh dari sector LKM (lembaga keuangan mikro) dengan melakukan pendekatan melaui metode kuantitatif untuk mengetahui tingkat pengaruh LKM terhadap pembangunan ekonomi di indonesia.Untuk hasil dari metode kuantitatif terdapat dalam poko-pokok kesimpulan dan saran.