karya Tulis adalah sebuah  hasil dari suatu proses bernalar seorang penulis, yang secara langsung dianggap sebagai ungkapan dari seorang penulis tersebut.contoh dari karya tulis seperti novel, seiring perkembangan yang pesat novel dianggap sebagai salah satu komunikasi  secara luas di masyarakat. Banyak novel yang berkembang dan bermuncula, ada yang hanya hiburan saja ataupun kearah yang serius,maksudnya novel tersebut mempunyai tujuan tertentu.novel yang dianggap baik adalah novel yang memiliki tujuan yaitu yang dapat memanusiakan para pembacanya.

Contohnya dalam novel berikut :

Tumbuh di Tengah Badai

Catra, terlahir sebagai seorang anak penyandang autis. Keterbatasan yang dimilikinya membuat Catra hidup bak di dalam sebuah kotak kaca. Ia ada, tapi terkurung dalam dunianya sendiri. Sang Ibu berjuang sendiri untuk menumbuhkan kesadaran Catra akan dunia yang sesungguhnya. Jatuh bangun, tertatih-tatih Sang Ibu berjalan sendiri. Sang Ayah, walaupun memberikan materi yang cukup, tampak jelas menolak kehadiran Catra. Catra kesulitan mendapatkan sekolah di masa kecilnya karena tidak ada sekolah umum yang mau menerima Catra kecil dengan segala keterbatasannya, sementara Sekolah Luar Biasa pun menolaknya karena Catra terlalu pintar untuk berada di sana. Berbagai cara ditempuh sang Ibu untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan buah hatinya. Perjuangan yang panjang dan melelahkan tapi berbuah teramat manis. Kiini Catra telah menjadi pribadi yang mandiri. Ia tengah menempuh S-1.nya di UGM dan tinggal sendiri di Yogya. Membaca buku ini kalau kita mau berbesar hati melihat ke dalam diri kita sendiri — saya rasa layaklah kalau kita bercermin dan bertanya: “Sudahkah kita benar-benar mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita dan sudah mampukah kita menyikapi segala peristiwa yang kita alami dengan segala keikhlasan, tanpa keluh kesah dan mengambil hikmah yang tersimpan di dalamnya?” Buku ini membuat saya merasa ditampar berkali-kali. Menyadarkan saya bahwa ternyata saya belum berbuat apa-apa untuk anak-anak saya. Menyadarkan saya bahwa sudah seharusnyalah saya lebih mensyukuri nikmat yang telah diberikan-NYA. Menyadarkan saya bahwa badai kehidupan yang berulang kali menghantam saya adalah pertanda betapa besar cinta-NYA kepada saya. Dan juga menyadarkan saya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan masalah tanpa jalan penyelesaiannya. Buku ini telah mengajarkan saya bahwa keterbatasan seseorang janganlah menjadikan mereka sebagai individu yang terbatas pula, tetapi keterbatasan tersebut hendaklah menjadikan kita –orang-orang yang berada di sekeliling mereka — untuk dapat melihat keistimewaan yang mereka miliki.

Sumber: http://www.bukukita.com/resensi-review-buku/70173-tumbuh-di-tengah-badai/679-tumbuh-di-tengah-badai.html

Sumber gambar :  4.bp.blogspot.com/_2PEgNQeH6sg/TLANnssnVfI/AA