Indonesia Hijau


Program Indonesia Hijau adalah salah satu bentuk kepedulian dan bakti kami untuk menciptakan pelestarian lingkungan yang lebih baik bagi generasi masa depan. Adapun program yang kami lakukan dalam mendukung hal tersebut antara lain adalah:

Implementasi BTS Energi Alternatif

Penggunaan tenaga alternatif, adalah: sebagai salah satu langkah antisipasi kelangkaan bahan bakar hewani di beberapa lokasi yang terjadi akhir-akhir ini, dan setelah melalui research, dibeberapa wilayah kerja (termasuk coverage BTS), maka diupayakan untuk penggunaan bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan yang memang melimpah dibeberapa lokasi BTS tersebut.

Indosat telah mengimplementasikan BTS energi alternatif di 2 wilayah, yaitu BTS di Girisari, Uluwatu, Bali dan BTS di Labuan, Lombok. Diharapkan keberhasilan ini akan dapat diperluas bagi BTS-BTS Indosat lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Dalam mengimplementasikan teknologi ini, Indosat bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT LEN Industri (Persero). Dari hasil pengujian yang dilakukan, penggunaan kombinasi dari energi alternatif ini, dapat menekan emisi gas karbon CO2 hingga 2,4 ton.

Program Uji Komersial BTS Energi Alternatif merupakan inisiatif Indosat dalam mencari alternatif bahan bakar bagi BTS di luar BBM yang selama ini digunakan. Sumber energi alternatif yang diujicobakan untuk bagi BTS adalah sinar matahari, angin dan biofuel  berbahan dasar kelapa sawit dan biji jarak.
Berangkat dari hal tersebut, pada tahun 2008 kami juga telah merintis program bantuan peralatan pengepresan biji jarak untuk 25 Kelompok Tani yang tergabung dalam  Koperasi Serba Usaha SETIA. Dengan bantuan tersebut petani akan menikmati proses produksi biji jarak menjadi biji jarak yang lebih mudah dan ekonomis.
Tidak berhenti sampai disini, kami juga melakukan   program kemitraan   dengan PT. Industri Tanaman Energi dalam bentuk penyelenggaraan perangkat pengolahan biodiesel.  Selanjutnya hasil dari biodisel ini akan digunakan sebagai sumber energi bagi BTS Indosat yang berada dekat dengan lokasi pengolahan.

Kami berharap program ini dapat turut meningkatkan taraf hidup yang positif bagi para petani biji jarak dan membantu aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Sumbawa   pada umumnya.

Pada tahun 2010, Indosat juga melakukan modernisasi jaringan dengan menggunakan BTS SDR (Software Defined Radio) yang hemat footprint, maupun konsumsi daya, dibandingkan dengan BTS konvensional, selain itu mudah untuk dilakukan upgrade ke teknologi lebih lanjut, seperti 3G/LTE tanpa banyak menambah footprint. Teknologi ini telah dilakukan di beberapa wilayah meliputi Jabodetabek, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera Utara, dan Sukabumi serta akan dilanjutkan di berbagai wilayah lainnya di tahun 2011.


Penanaman Pohon

Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam mendukung program pelestarian lingkungan, mulai tahun 2008 Indosat meluncurkan program sejuta pohon bagi Indonesia yang dalam pelaksanaannya program ini diwujudkan dalam beberapa aktifitas, seperti “tanam dan pelihara pohon bagi karyawan”, kerjasama penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan hutan lindung di Rinjani – Lombok bersama WWF Indonesia, serta menggandeng pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini total pohon yang telah di tanam sejumlah 200.531 pohon.

Pada tahun 2009, Indosat melaksanakan program penghijauan di Blora, Jawa Tengah yang disebut dengan Kampung Jati Indosat, dengan menanam 10.000 pohon jati di desa Tawangrejo, Blora. Jawa tengah untuk menghijaukan kawasan perbukitan.

Pada tahun 2010, Indosat berpartisipasi dalam program pemerintah yaitu “Penanaman Satu milyar pohon Indonesia” dengan memberikan 43.000 pohon bekerjasama dengan Departemen Kehutanan dan mitra Indosat. Pelaksanaan program dilaksanakan di waduk Jatiluhur sebagai resapan air melalui program menanam dan memelihara dan pelaksanaan program daerah aliran sungai yang terletak di sepanjang sungai Citarum , Cisadane, Ciapus dan Cihedeung.

http://www.indosat.com/Corporate_Responsibility/Corporate_Social_Responsibility_CSR/Indonesia_Hijau

Analisis: berdasarkan pada program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilakukan INDOSAT di wilayah kerja mereka khususnya seperti Sumbawa dan lombok sudah bisa dibilang sesuai dengan target mereka kedepannya yang lebih mengedepankan aspek “ GO GREEN” dan pastinya  sangat membantu masyarakat yang berada disana serta mendukung program pemerintah guna mengurangi efek rumah kaca dan juga penggunaan sumber energi alternative yang ada di wilayah Indonesia itu dilihat dari hasil pengujian yang dilakukan, penggunaan kombinasi dari energi alternatif seperti sinar matahari, angin dan biofuel  berbahan dasar kelapa sawit dan biji jarak , dapat menekan emisi gas karbon CO2 hingga 2,4 ton. Dengan adanya penggunaan energi alternatif perusahaan indosat sudah sangat membantu masyarakat khususnya dari golongan petani dengan merintis program bantuan peralatan pengepresan biji jarak untuk 25 Kelompok Tani yang tergabung dalam  Koperasi Serba Usaha SETIA. Dengan bantuan tersebut petani akan menikmati proses produksi biji jarak menjadi biji jarak yang lebih mudah dan ekonomisdan pastinya akan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat di wilayah tersebut.